Berkas Dilimpah, Mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko Segera Disidang Lagi

Surabaya – Mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko akan segera diadili. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan perkaranya ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya Senin, 18 Oktober.

Eddy Rumpoko menjadi terdakwa kasus gratifikasi di hadapan Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur pada 2011-2017.
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Eddy tidak ditangkap karena masih menjalani hukuman pada kasus sebelumnya.

“Kita selanjutnya menunggu penetapan majelis hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan,” kata Ali dikutip Antara, Selasa (19/10/2021).

Eddy dijerat pertama dengan pasal 12 B UU Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP atau kedua pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. dari KUHP. Kode kriminal. Kode kriminal.

Sebelumnya, KPK melakukan serangkaian kegiatan penelitian dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dugaan kasus gratifikasi yang diduga terjadi di lingkungan Pemkot Batu pada tahun 2011-2017 sejak Januari 2021.

Penggeledahan

KPK saat itu menggeledah pada sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemerintah Kota Batu. Selain kantor dinas, KPK juga sempat menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Pada September 2017, KPK menjerat Eddy dalam operasi tangkap tangan (OTT). Eddy yang juga suami Wali Kota Batu saat ini, Dewanti Rumpoko dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Majelis Kasasi Mahkamah Agung (MA) pada 2019.

Dalam kasus tersebut, Eddy diduga menerima suap senilai Rp500 juta terkait proyek belanja modal dan mesin pengadaan meubelair di Pemerintah Kota Batu Tahun Anggaran 2017 senilai Rp5,26 miliar.