Ratakan Layanan kesehatan, Ganjar Ingin Bangun 49.344 Puskesmas

Jakarta – Calon Presiden RI Ganjar Pranowo turut memperhatikan kurangnya fasilitas kesehatan, terutama di wilayah tertinggal, terpencil, terdepan (3T). Untuk menjawab keresahan itu, ia menawarkan program ‘1 Desa 1 Faskes 1 Nakes’ untuk memberikan akses kesehatan kepada 11 ribu desa tertinggal dan sangat tertinggal.

Diketahui, saat ini hanya ada hanya 12,78% desa yang memiliki akses ke puskesmas sementara akses ke Puskesmas Pembantu (pustu) hanya di 31,24% dari total desa. Selain itu rasio dokter per 1.000 penduduk masih di bawah standar.

Saat ini terdapat 120 ribu dokter untuk melayani 270 juta penduduk atau rasio 0,69:1000 penduduk, sehingga masih kurang 150 ribu dokter.

Ganjar-Mahfud Ingin Sejahterakan Guru Mengaji: Ini Manfaatnya
“Fasilitas kesehatan sangat penting, di setiap desa minimal terdapat satu puskesmas. Fasilitas kesehatan dengan satu paket, untungnya dokter, akan mampu mengatasi permasalahan transportasi dan konektivitas yang dapat memudahkan pergerakan warga. , ”kata Ganjar, Selasa (28/11/2023).

Hal itu disampaikannya saat berkunjung ke Kampung Kondo, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, tepatnya Kampung Korkari.

Dalam pelaksanaan program ini, akses terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas di pedesaan akan terjamin melalui Puskesmas/Pustu yang dilengkapi dengan dokter, tenaga kesehatan, obat-obatan esensial dan digitalisasi pelayanan (telemedicine).

Selanjutnya akan dibangun 49.344 puskesmas/puskesmas kelas C hingga tahun 2029. Kemudian, percepatan penerapan layanan telemedis dan mobile console.

Mahfud berbicara tentang melanjutkan dan meningkatkan dan menyebutkan penyelidikan politik, hukum dan keamanan
Melalui program ini diharapkan tersedia 100% dokter/tenaga kesehatan dan obat-obatan esensial di setiap desa. Selain itu, melaksanakan reorganisasi dan penempatan tenaga kesehatan, pendidikan terjangkau bagi dokter dan tenaga kesehatan, serta kemandirian kefarmasian.

“Yang dibutuhkan adalah panti jompo.“Kami tidak akan berjanji dan tidak akan melaksanakannya, tapi percayalah, kami akan berkomunikasi agar kedepannya ada tangan-tangan yang baik dengan nilai gotong royong yang semoga bisa membantu dibukanya puskesmas penunjang di dusun Korkari, tutupnya.